Pesawaran (Duasisi.co.id ) : DPRD Kabupaten Pesawaran merekomendasikan penutupan dan penggantian dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng,menyusul dugaan tindakan represif terhadap dua murid yang sempat diputus jatah MBG selama tiga hari hanya karena orang tua mereka mengkritik buruknya pelayanan program tersebut melalui media sosial.
Rekomendasi tegas itu disampaikan Wakil Ketua I DPRD Pesawaran, M. Nasir, usai rapat Komisi IV DPRD Pesawaran yang secara khusus membahas polemik dapur MBG Desa Trimulyo.
“Kami mengambil kesimpulan bahwa dapur MBG di Trimulyo harus diganti, bukan diperbaiki. Ini sudah menyangkut hak anak dan prinsip dasar pelayanan publik,”tegas M. Nasir,Senin (02/02/2026).
M. Nasir menilai, tindakan pemutusan MBG terhadap anak-anak akibat kritik orang tua merupakan bentuk penyalahgunaan kewenangan dan bertentangan dengan tujuan utama Program MBG yang seharusnya menjamin pemenuhan gizi anak tanpa diskriminasi.
“Program ini untuk anak, bukan alat pembungkaman kritik. Anak-anak tidak boleh dijadikan korban hanya karena orang tuanya bersuara,”ujarnya.
Atas dasar itu, DPRD Pesawaran secara resmi merekomendasikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pihak paling berwenang, bersama Pemerintah Daerah, Bupati, dan Gubernur, agar segera menindaklanjuti rekomendasi DPRD sesuai harapan masyarakat.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, DPRD Pesawaran berencana mengundang seluruh pengelola dapur MBG di Kabupaten Pesawaran. Langkah ini disebut sebagai pintu masuk penguatan fungsi pengawasan.
“Kami akan undang Ketua Satgas MBG, BGN, Kepala SPPG, termasuk para mitra. Kita duduk bersama, berdiskusi, sekaligus evaluasi total agar pelayanan MBG benar-benar lebih baik,”kata Nasir.
Tak hanya soal pelayanan, DPRD juga menyoroti persoalan legalitas dan perizinan dapur MBG yang dinilai masih amburadul.
“Faktanya, dapur MBG yang ada saat ini juga belum semuanya memiliki perizinan. IMB akan kita periksa, termasuk kebutuhan administratif lainnya. Ini harus segera ditertibkan,” tegasnya.
Lebih lanjut M.Nasir,menegaskan penertiban administrasi dan perizinan dapur MBG harus menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan.
“Kita ingin memastikan seluruh dapur MBG tertib secara administrasi dan perizinan. Dengan begitu, pelayanan bisa terpacu lebih baik dan kejadian seperti di Trimulyo tidak terulang lagi di Pesawaran,”pungkas M. Nasir.(***)




