Miris,Insentif Guru Ngaji,Marbot,dan Penjaga Makam di Pesawaran Diduga Dihentikan Sejak Kepemimpinan Nanda–Antonius

Foto Ilustrasi

Pesawaran (Duasisi.co.id ) : Sejumlah guru ngaji, marbot masjid, dan penjaga makam di Kabupaten Pesawaran mengeluhkan tidak lagi diterimanya insentif yang selama ini rutin mereka terima. Kondisi ini diduga terjadi sejak Kabupaten Pesawaran dipimpin Bupati Nanda Indira Dendi dan Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali.

Salah seorang guru ngaji di Kecamatan Gedong Tataan mengungkapkan, insentif terakhir yang ia terima diberikan pada 17 April 2025 dengan nominal Rp200 ribu. Setelah itu, hingga kini tidak ada lagi kejelasan terkait pencairan insentif tersebut.

“Terakhir kami ambil di Bank Lampung insentif tanggal 17 April 2025, itu pun hanya Rp200 ribu. Setelah itu tidak ada lagi,”ujarnya

Ia menegaskan, penghentian insentif ini tidak hanya dialami oleh guru ngaji, namun juga dirasakan oleh marbot masjid dan penjaga makam di wilayah Pesawaran.

“Ini bukan hanya guru ngaji, marbot dan penjaga makam juga tidak lagi menerima Insentif. Padahal pada masa bupati sebelumnya, meskipun nilainya kecil sekitar Rp100 ribu per bulan, kami masih rutin menerimanya,”kata dia.

Menurutnya, insentif tersebut sebelumnya dicairkan setiap enam bulan sekali dan menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran sosial keagamaan di masyarakat.

Namun sejak pergantian kepemimpinan daerah, insentif itu tiba-tiba terhenti tanpa adanya penjelasan resmi.

“Kami juga tidak tahu penyebabnya apa. Biasanya rutin tiap enam bulan, tapi sejak Bupati dipimpin Nanda dan Antonius, insentif itu tidak lagi diberikan,”keluhnya

Ia menyebutkan,sepanjang tahun 2025 para penerima hanya mendapatkan satu kali pencairan insentif sebesar Rp200 ribu pada bulan April. Hal ini menimbulkan tanda tanya di kalangan penerima manfaat.

“Tahun 2025 kami cuma dapat Rp200 ribu itu saja. Kami bingung,apakah memang sudah tidak ada lagi programnya atau bagaimana,”ucapnya.

Hingga berita ini diterbitkan,Pemerintah Kabupaten Pesawaran belum memberikan keterangan resmi terkait dihentikannya insentif bagi guru ngaji, marbot, dan penjaga makam tersebut.

Bahkan PLT Kabag Kesra,Tri Indiyastuti saat ditemui diruangan nya,Kamis (5/2/2026).Tidak berada ditempat.

Publik pun mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan menghargai peran tokoh-tokoh keagamaan serta pelayanan sosial di tengah masyarakat.(***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *