Pesawaran (Duasisi.co.id) : Kondisi gorong-gorong di Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Pesawaran,Dusun I Desa Bernung, Kecamatan Gedongtataan,Kabupaten Pesawaran, Lampung, ambrol dan memicu kekhawatiran serius warga sekitar.
Ambrolnya dinding gorong-gorong tersebut menyebabkan saluran air tersumbat material longsoran. Akibatnya,aliran air yang seharusnya mengalir lancar kini tertahan dan meluap ke permukiman warga setiap kali hujan turun.

Warga menilai kondisi ini tidak bisa lagi dianggap sepele.Mereka mendesak pemerintah daerah segera turun tangan sebelum bencana yang lebih besar terjadi.
“Yang jelas dampaknya rumah yang ada di sekitar gorong-gorong yang tertutup itu bakal kebanjiran,karena air yang seharusnya mengalir sekarang tertutup material. Ini saja air sudah mulai meluap ke rumah warga,”ujar Aef,salah satu warga setempat,dengan nada cemas,Jum,at (20/2/2026).
Menurutnya,luapan air sudah mulai masuk ke pekarangan dan menggenangi kolam milik warga. Jika hujan deras kembali turun, bukan tidak mungkin air akan merendam rumah secara lebih parah.
Sebagai langkah darurat, warga saat ini bergotong royong menguras genangan menggunakan pompa alkon agar air tidak semakin tinggi.
“Pagi ini sudah tiga alkon yang kami gunakan untuk menguras air yang meluap itu. Kami khawatir jika ini tidak segera ditangani, kalau hujan datang rumah dan kolam milik warga di sini bisa jadi lautan air,”tegasnya.
Ironisnya, ambrolnya gorong-gorong tersebut diduga dipicu oleh kebocoran pipa air milik PDAM yang tak kunjung diperbaiki. Air yang terus mengalir dari kebocoran itu disebut-sebut menggerus struktur tanah dan dinding gorong-gorong hingga akhirnya ambruk dan menyumbat saluran.
“Air dari pipa PDAM yang bocor itu lama-kelamaan mengikis gorong-gorong ini. Akhirnya dindingnya ambrol dan menyumbat saluran,”tambah Aef.
Jika dugaan tersebut benar,maka persoalan ini bukan semata soal infrastruktur yang rapuh,melainkan juga lemahnya respons terhadap kebocoran utilitas publik.Kelalaian memperbaiki pipa bocor dapat berujung pada kerusakan fasilitas umum dan ancaman keselamatan warga.
Letak gorong-gorong yang berada di jalan utama dan tepat di depan kantor partai politik seharusnya membuat persoalan ini mudah terpantau.Namun hingga kini, belum terlihat adanya penanganan permanen dari pihak terkait.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama instansi teknis terkait segera melakukan perbaikan menyeluruh.Sebab jika dibiarkan,bukan hanya banjir yang mengintai, tetapi juga potensi amblesnya badan jalan yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Kini,pertanyaannya sederhana,apakah pemerintah akan menunggu korban jatuh terlebih dahulu, atau bergerak cepat sebelum bencana benar-benar terjadi? (***)




