Pesawaran ( Duasisi.co.id) : Kegiatan Lumbung Pangan yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesawaran bersama Baznas Pusat di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Kamis (3/9/2026), menyisakan pemandangan yang cukup memprihatinkan.
Di tengah agenda penyerahan bantuan bagi korban musibah rumah roboh, bantuan untuk kelompok tani serta kegiatan panen raya yang turut dihadiri Bupati Pesawaran, kondisi lahan persawahan di lokasi justru terlihat tidak seperti gambaran panen raya pada umumnya.
Sejumlah areal persawahan mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus dan persoalan kekeringan.Kondisi tersebut menjadi ironi karena kegiatan yang seharusnya menjadi momentum untuk menunjukkan keberhasilan sektor pertanian justru berlangsung di tengah persoalan yang masih dihadapi para petani.
Hari,salah satu ketua kelompok tani di Desa Kutoarjo, mengatakan dari total sekitar 121 hektare lahan pertanian, terdapat sekitar 15 hektare yang mengalami gagal panen.
“Luas lahan yang gagal panen sekitar 15 hektare dari total 121 hektare,”ujar Hari.
Menurutnya, petani sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan serangan hama tikus.Mulai dari penggunaan racun, kegiatan gropyokan hingga upaya lainnya telah dilakukan,namun serangan tikus masih sulit dikendalikan.
“Sudah dilakukan berbagai upaya, mulai dari racun sampai gropyokan dan membuat bom tikus, tetapi tetap belum mampu menangani hama tikus,”katanya.
Selain serangan hama, persoalan kekeringan juga menjadi ancaman bagi lahan pertanian masyarakat.Untuk mengatasi keterbatasan sumber air, petani berencana melakukan pengeboran.
Hari menyebut, petani juga telah mendapatkan bantuan sumur bor dari Kementerian Pertanian yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk persawahan.
Kondisi ini sekaligus menjadi catatan bahwa persoalan pertanian di Pesawaran tidak cukup hanya dilihat dari seremoni panen raya.Ancaman hama dan kekeringan masih menjadi persoalan nyata yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.
Sementara itu,Kabid Tanaman Pagan (TP) selaku pelaksanaan Tugas Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Pesawaran, Andri, saat dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut mengatakan pihaknya hadir dalam kapasitas sebagai tamu.
“Kami hanya sebagai tamu dalam acara ini,”ujar Andri.
Dengan kondisi tersebut, kegiatan Lumbung Pangan dan panen raya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan penyaluran bantuan.Persoalan gagal panen yang dialami petani perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait pengendalian hama tikus dan ketersediaan air bagi lahan persawahan.
Sebab,di balik istilah panen raya, masih terdapat petani yang harus menghadapi kenyataan kehilangan hasil produksi akibat hama dan kekeringan.(***)




