Pesawaran (Duasisi.co.id ) : Pekan Inovasi Pertanian (PIP) ke-5 Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran digelar di Aula Islamic Center Pesawaran, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut diisi berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari lomba menghias tumpeng, cerdas cermat kelompok capir, Pasar Tani, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan kesehatan hewan gratis hingga senam sehat bersama.
PIP ke-5 ini dilaksanakan secara swadaya oleh kelompok tani (Poktan), Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), serta Forum Silaturahmi Kelompok Wanita Tani (Forsil KWT).

Bupati Pesawaran Nanda Indira dalam sambutan yang disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Pesawaran, Heriansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, PIP tidak hanya menjadi ajang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
“Mulai dari kemeriahan lomba menghias tumpeng dan cerdas cermat kelompok capir, geliat ekonomi di Pasar Tani, hingga aksi sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah. Ini membuktikan bahwa PIP bukan sekadar ajang pertanian, tetapi juga pesta rakyat yang membawa manfaat sosial dan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Heriansyah saat membacakan sambutan Bupati.
Dalam sambutannya, Bupati juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan sektor pertanian. Kelompok Wanita Tani (KWT), kata dia, harus mampu menjadi motor penggerak inovasi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Peran perempuan dalam sektor pertanian tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Sudah saatnya perempuan menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pesawaran,” katanya.
Ia mendorong seluruh anggota KWT untuk terus meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan melalui proses belajar serta berbagi pengalaman antarkelompok.
Menurutnya, kekuatan KWT berada pada kebersamaan dan kolaborasi, sehingga tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
Bupati juga meminta KWT memanfaatkan peluang kerja sama dengan dunia akademis, termasuk mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun dosen yang menjalankan program pengabdian masyarakat di desa.
Kolaborasi tersebut dinilai dapat membuka akses terhadap pengetahuan, teknologi tepat guna serta hasil riset pertanian yang dapat diterapkan langsung di lapangan.
“Serap ilmu mereka, diskusikan kendala pertanian kita, dan jadikan kolaborasi ini sebagai bahan bakar untuk memodernisasi cara kerja KWT kita,” ujarnya.
Selain inovasi di sektor pertanian, Bupati mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.
Pemanfaatan lahan terbatas melalui metode hidroponik, vertikultur maupun polybag dinilai menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terutama bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas.
Ia berharap hasil dari pemanfaatan pekarangan setidaknya mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan dan gizi keluarga sehingga dapat membantu menekan pengeluaran rumah tangga.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Nanda Indira berharap momentum PIP ke-5 dapat mendorong KWT di Kecamatan Gedongtataan dan Kabupaten Pesawaran secara umum agar semakin kokoh, aktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian.
Ia juga mengajak seluruh kelompok tani dan KWT terus memperkuat kolaborasi serta melahirkan berbagai inovasi baru demi mewujudkan pertanian Pesawaran yang semakin maju dan berkelanjutan.(***)




