Pesawaran (Duasisi.co.id ) : Keluhan warga terkait dugaan pencemaran limbah dari dapur SPPG 001 Yayasan Kasih Ibu Tiyuh Balak yang dikelola H. Budiono di Desa Bernung, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, hingga kini belum mendapat respon cepat dari pihak terkait.
Warga mengaku kecewa lantaran pihak Satgas Penanganan MBG maupun Komisi IV DPRD Kabupaten Pesawaran terkesan bungkam mengenai persoalan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas dapur MBG tersebut.
Diketahui, aktivitas dapur MBG itu dikeluhkan warga karena menimbulkan aroma tak sedap menyerupai limbah bercampur kotoran hewan.
Bau tersebut disebut-sebut mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar hingga jamaah musala yang berada tidak jauh dari lokasi dapur.
“Bau menyengat ini sudah lama sebenarnya, tapi warga gak enak mau protes. Takut dibilang iri atau cari masalah. Tapi sekarang makin terasa baunya. Jamaah yang salat juga jadi terganggu,”ujar salah seorang warga kepada media.
Selain bau limbah, warga juga menyoroti aktivitas di lokasi dapur yang dinilai mulai meresahkan karena menimbulkan suara bising, terutama pada malam hari.
“Kadang malam juga terdengar berisik. Sekarang ditambah lagi bau limbahnya. Mirip bau pabrik singkong. Kalau terus dibiarkan kami khawatir berdampak ke kesehatan,”keluh warga.
Masyarakat mendesak pemerintah desa dan instansi terkait, khususnya yang membidangi lingkungan hidup dan kesehatan, segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap sistem pengelolaan limbah dapur MBG tersebut.
“Kami berharap ada teguran dan pengawasan. Kalau memang sistem pembuangan limbahnya bermasalah, harus segera diperbaiki supaya warga tidak terus dirugikan,”tambah warga.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, H. Budiono melalui istrinya menyampaikan permohonan maaf atas keluhan warga dan mengaku akan segera melakukan perbaikan pada sistem pembuangan limbah dapur MBG.
“Iya om, nanti kami perbaiki pembuangan limbahnya. Makasih sudah ngingetin,”ucapnya singkat.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Ketua Satgas Penanganan MBG Nur Asikin maupun Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pesawaran Rinaldi belum memberikan tanggapan saat dihubungi melalui telepon seluler terkait keluhan warga tersebut.
Warga berharap persoalan limbah dapur MBG di Desa Bernung tidak dibiarkan berlarut-larut karena dikhawatirkan dapat memicu pencemaran lingkungan serta mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.(***)




